Google
 
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Agustus 2008

Petani Karet Sumsel

GERAKAN KARET BERSIH
Mengangkat Ekonomi Petani Sumatera Selatan


Pohon-pohon yang berbaris teratur, tertata rapi dari arah mana pun kita memandang, terlihat tumbuh subur di sepanjang jalan desa. Pemandangan itu terhampar ketika kita menuju ibu kota Belitang, Gumawang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, atau ketika kita melintas dari arah Palembang menuju Kabupaten Banyuasin. Hal serupa juga kita nikmati ketika lebih jauh lagi menelusuri wilayah terusannya yang masuk Kabupaten Muara Enim. Di dua kabupaten di atas-OKU dan Banyuasin-yang merupakan daerah baru hasil pemekaran di Sumatera Selatan (Sumsel), sekarang memang ditumbuhi dengan subur oleh pohon-pohon muda. Ada yang sudah berumur sekitar dua tahun namun ada juga yang baru berusia di bawah itu.

Berbeda dengan Muara Enim yang sudah lebih dulu dirimbuni pepohonan yang sudah menghasilkan, bahkan sudah masuk usia yang perlu peremajaan, di dua kabupaten terbatu di Sumsel itu pohon-pohon "duit" itu memang sedang mekar-mekarnya, membuat hati para "juragannya" berbunga-bunga penuh harapan.

Musin hujan yang turun terakhir menjadikan pohon-pohon ini semakin hijau, setelah sebelumnya sempat meranggas karena kekeringan. Pohon karet, tanaman yang dalam lima tahun terakhir semakin digemari para petani di Sumsel, memang kini dijadikan mata pencaharian utama oleh masyarakat setempat.

Pohon karet itu kini di Sumatera Selatan sering disebut sebagai "the golden forest". Itu tak berlebihan, karena karet memang menjadi sumber kehidupan ekonomi masyarakat petani daerah ini. Bahkan ada beberapa desa diantaranya di kabupaten Ogan Ilir-juga kabupaten pemekaran-berkat hasil karet, pada tahun 2006 lalu dicanangkan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman sebagai desa mandiri. Masyarakat daerah ini memang makmur berkat hasil perkebunan karet.

Perkebunan karet sudah eksis berkat di banyak daerah di Sumsel sejak lama, berkat kejelian penduduk di pantai Timur Sumatera itu yang melihat peluang pasar karet di awal abad ke XX. Perkebunan karet berkembang pesat di Sumatera sejak lama, menyaingi apa yang terjadi di Kalimatan. Berbagai cara dilakukan penduduk untuk memperoleh bibit.

Selaman 30 tahun terakhir perkebunan karet di Sumsel makin meningkat. Bahkan pada tahun 2006, jumlah kebun karet rakyat sudah mencapai 959 ribu hektar, mendekati target Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, melalui Dinas Perkebunan setempat, yang mematok target pengembangan hingga 1 juta hektar.

Karet Sumatera Selatan memang didominasi oleh perkebunan milik rakyat. Sekitar 48 persen sumber pendapatan petani Sumsel berasal dari perkebunan karet. "Jadi, bila perkebunan atau harga jual karet bermasalah, maka akan menimbulkan masalah pula bagi petani dan ekonomi Sumsel," kata Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Ir H Samuel Chatib.

Tidaklah berlebihan jika pemerintah Samuel beranggapan demikian. Sebab jika menyimak angka realisasi ekspor komoditi karet Sumsel tahun 2006 lalu yang mencapai 762,359 juta dolar dengan volume ekspor mencapai 600 ribu ton lebih, jelas urusan karet ini tidak bisa dianggap kecil.

Kenaikan produksi yang pesat itu, adalah berkat pemilihan klon karet unggul. Tapi semua itu tak terlepas dari keseriusan petani di daerah ini mengelola, termasuk meremajakan tanaman karet. Sebab, jika tidak, mereka tentunya sudah lama pula tenggelam, sebab karet pun dalam hal usia sama halnya dengan manusia, makin tua makin tak produktif dan akhirnya mati.

Biasanya kalau pohon karet sudah berusia 25 tahun berarti harus diremajakan. Jika ingin membuat struktur tananam yang stabil, nimimal harus dilakukan peremajaan 4 persen per tahun dari luas lahan yang ada di provinsi itu. Namun dengan asumsi karet baru bisa dipanen setelah berusia 5 tahun dan paling tidak 20 persen belum berproduksi, komposisi permajaan itu menurut Dinas Perkebunans sebenarnya belum realistis. Apalagi jumlah karet tua di Sumsel mencapai 100 ribu hektar, sehingga jika terlambat melakukan program peremajaan, maka akan menurunkan produktivitas. Karena itu urusan peremajaan masih harus ditingkatkan.

Yang jadi problem sekarang, kata Samuel petani menunda-nuda peremajaan karet dengan alasan masih punya pendapatan 200 kg karet kering per tahun dari ohon-pohon yang sudah tua itu. Mereka berpikir jika diremajakan putuslah pendapatan, padahal sebenarnya kalau peremajaan dengan bibit bagus bisa mencapai produksi 1,5 ton per tahun.

Menurut, Samuel Chatib, memberikan pengertian untuk melakukan peremajaan karet memang bukan perkejaan gampang. Untuk itu pihaknya merasa perlu mendorong dengan cara membarikan insentif kepada para petani yang karetnya diremajakan. "Jadi, karena terputus pendapatannya dan mereka mau meremajakan, maka kita memberikan insentif berupa bantuan bibit dan pupuk dasar," katanya.

Sumber Ekonomi Sumselbr> Melalui program revitalisasi sektor perkebunan di Sumsel itu, Dinas terkait membuat beberapa inisiatif diantaranya mengucurkan bantuan dana revitalisasi untuk membeli pupuk lanjutan. Insentif ini, dinilai amat penting, sebab karet merupakan sumber ekonomi Sumsel.

Kebijakan lainnya adalah menggiatkan program kayu karet, bagi karet yang sudah tua. Kayu-kayu tersebut dijadikan sebagai kayu panel, MDF (kayu untuk industri furniture dan bahan bangunan), atau (vineer) yang dijadikan triplek.

Jika seorang petani karet memiliki lahan yang diremajakan seluas 1 hektar, maka dia bisa memperoleh pendapatan Rp 3 - Rp 5 juta dari proyek yang dikembangkan dinias perkembunan Sumsel tersebut.

Karet rakyat, memang tak dapat dianggap enteng dio Sumsel. Karet memegang peranan 45 persen dari perekonomian rakyat daerah ini. Karet juga berperan dalam menekan pengangguran, karena proses penyadapan hingga menghasilkan karet kering dibutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit. Menurut pihak dinas perkebunan, jika hasil karet kering Sumsel bisa mencapai 688 ribu ton per tahun, maka itu berarti produksi bersih 60 ribu ton per bulan. Atau sekitar 2.000 per hari karet kering. Karet itu kemudian di olah menjadi 4.000 ton atau 4 juta kilo. Itu berarti 1 orang menghasilkan 20 kilo.

Artinya ada penyerapan tenaga kerja sekitar 400 ribu orang penyadap karet. Kalau satu orang menghidupi 3-5 orang, berarti sudah 6 juta orang orang yang dihidupkan. Belum lagi tenaga pengangkut ke pabrik, yang setiap truk rata-rata 3 orang yang bekerja dan setiap hari ada sekitar 700 hingga 1000 truk yang mengangkut. Ini berarti sudah 3.000 tenaga kerja. Belum lagi mereka yang bekerja di pabrik.

Menurut Samuel, kegiatan yang berurusan dengan karet itu harus betul-betul dikawal, sebeb sektor perkebunan karet telah terbukti menjadi penggerak ekonomi di Sumsel. Sementara untuk melakukan peremajaan karet tua yang mencapai 40 ribu hektare itu, dibutuhkan dana yang lumayan besar. Bila Rp 15 juta/hektar, maka Sumsel butuh Rp 60 miliar untuk peremajaan karet rakyat.

Disebutkan pula, karet di Sumsel yang mencapai 700 ribu ton, merupakan penyumbang 30 persen dari produksi nasional yang mencapai 2,1 juta ton.

Di Sumsel terdapat beberapa daerah penghasil karet andalan, yakni; Kabupaten Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas, dan Banyuasin. Bahkan dari 14 kabupaten/kota yang ada, hanya Palembang yang tidak memiliki perkebunan karet. Begitu besarnya peran karet dalam perekonomian di Sumsel, membuat pemerintah di wilayah ini terus berusaha melakukan gerakan atau invoasi. Bahkan dalam waktu dekat ini Gubernur Sumsel Syahrial Oesman akan melakukan penandatanganan memarundum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman soal "Gerakan Karet Bersih" dengan sekitar 20 pengusaha karet, yang melakukan kegiatan usaha di sepanjang Sungai Musi. Penandatanganan nota kesepahaman itu dilatarbelakangi faktor kebersihan, yakni untuk menjaga lingkungan Sungai Musi, agar bebas dari pencemaran limbah karet dari pabrik-pabrik yang melakukan aktivitas di seputar Sungai Musi, selain dalam upaya menjaga dan meningkatkan mutu karet Sumatera Selatan. Selain itu MoU tersebut bertujuan agar supaya petani dan pedagang memproduksi karet tak terkesan kotor. Gerakan karet bersih ini untuk pertama dilakukan di Sumsel.

sumber ; ida syahrul suara karya online

Selasa, 12 Agustus 2008

Perkebunan Sawit Sulit Dapatkan Pupuk

PALEMBANG, SRIPO — Beberapa bulan terakhir perkebunan kelapa sawit sulit mendapatkan pupuk baik Urea, SP36 dan lainnya. Akibat sulitnya mendapatkan pupuk, banyak perusahaan yang tak memupuk tanaman dan diperkirakan produksi kelapa sawit tiga tahun ke depan turun.
Demikian diungkapkan Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Sumsel, Sumarjono Saragih ditemui sebelum rapat anggota Gapki di PT Sampurna Agro, Jumat (8/8). Menurutnya, ditambah lagi kebutuhan perkebunan lainnya ikut naik dan tidak mungkin turun. “Ini semua dampak dari kenaikan harga minyak dunia yang terus bergejolak. Semua keperluan operasonal juga mengalami kenaikan. Harga pupuk Urea dulunya hanya Rp 2.500 per Kg sekarang Rp 8.000,” tegas Sumarjono.
Sumarjono menjelaskan tingginya harga pupuk dan sulitnya mendapatkan pupuk di pasar dan ditambah lagi turunnya harga Crude Plam Oil (CPO) dari Rp 8.000 menjadi Rp 6.000 per kilogram, berujung pada turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) yang kini berkisar Rp 1.300, per kilogramnya. Dampak itu semua, membuat petani sawit dan perkebunan kelapa sawit mengurangi bahkan sama sekali tidak melakukan pemumpukan kelapa sawit.
Jika 50 persen perkebunan sawit di Sumatera Selatan (Sumsel) adalah milik petani. Maka jika tidak melakukan pemupukan maka dalam kurun waktu tiga tahun ke depan produksi kelapa sawit akan mengalami penurunan. Kelangkaan pupuk bukan disebabkan karena adanya perluasan areal perkebunan kelapa sawit di beberapa provinsi di Indonesia termasuk Sumsel.
“Kebutuhan pupuk satu pohon sawit termasuk unsur N, P dan K berkisar 10 Kg atau Rp 7 juta per hektar per tahun. Belum lagi cost lainnya,” ujarnya seraya menambahkan efek pupuk terhadap tanaman sawit itu 36 enam bulan mendatang.
Lebih jauh lagi, Sumarjono mengatakan saat ini sedang berlangsung musim kemarau, produksi kelapa sawit turun, namun permintaan CPO ditingkat pasar India meningkat. Logikanya bila suplai berkurang dan permintaan meningkat seharusnya harga CPO tinggi, namun tapi sebaliknya harga turun. Berdasarkan analisa sementara turunnya harga CPO karena adanya anomali pasar atau unsur spekulasi para pemain besar yang menahan stok. Karena stoknya melimpah dan cost membesar, para spekulan melepas dan pasokan CPO di pasar pun berlimpah dan pun harga turun. (sep)

Senin, 12 Mei 2008

AGRITEK Teknologi pertanian tepat guna



AgriTEK>>Perkebunan

Perkebunan-Umum



Coklat



Karet



Kelapa



Kelapa Sawit



Teh



Kapas



sumber

Perkebunan Lainnya


: Agritek Pertanian



Organisasi Pertanian Internasional

Agribusiness Center

Informasi tentang lembaga, berita, laporan dan press rilis tentang agribisnis di USA, newsletter serta direktori perusahaan.

Agribusiness Online

Informasi tentang lembaga, harga komoditas pertanian di USA, Eropa dan Mexico, peraturan di bidang pertanian, guideline komoditas pertanian dan link ke analisis dan survey pasar di Amerika, Eropa, Kanada, dsb.

Agriculture in the Classroom

Informasi tentang lembaga, materi pelajaran pertanian untuk guru, permainan tentang pertanian untuk anak-anak.

American Society of Animal Science (ASAS)

Informasi tentang pertemuan dan program ASAS, laporan ASAS, newsletter ASAS, abstrak dari Journal of Animal Science.

Australian Government Department Of Agriculture, Fisheries and Forestry

Informasi tentang lembaga, berita pertanian terbaru, publikasi dan dokumen-dokumen tentang makanan dan pertanian, serta jadwal pertemuan dan kalender kegiatan

CABI

Berita-berita pertanian umum terbaru, laporan pertemuan CABI dan sebagainya. Database Bioscience, nama-nama, Proyek yang dilakukan, program dan sebagainya. Produk-produk CABI, buku, CD ROM, internet, journal, abstrak hasil-hasil penelitian dan pelatihan-pelatihan.

Consultative Group on International Agricultural Research (CGIAR)

Berita-berita pertanian dan newsletter, poster, brosur, laporan tahunan, database dokumen dan paper-paper hasil penelitian terbitan CGIAR dan sebagainya. Kalender pertemuan dan acara-acara. Galeri foto tentang perikanan, komoditas-komoditas pertanian (nanas, kacang-kacangan, kentang, ubi dan sebagainya) kehutanan, peternakan dan sebagainya.

Center for International Forestry Research (CIFOR)

Berita-berita kehutanan terbaru, informasi tentang CIFOR, directori staf, kegiatan, seminar dan sebagainya. Software untuk klasifikasi kriteria dan indikator vegetasi. Panduan- panduan pengelolaan hutan berkelanjutan dan sebagainya. Katalog online dari perpustakaan, publikasi, newsletter, buku, jurnal, informasi bibliografis, artikel dan laporan tahunan CIFOR.

Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO)

Informasi tentang profil lembaga CSIRO, penelitian yang dilaksanakan, berita-berita tentang Australia dan CSIRO.

Food and Agriculture Organization (FAO)

Database statistik dalam bidang perairan dan pertanian kehutanan, pangan, potensi lahan dan sumberdaya, dan sebagainya berdasarkan negara anggota. Profil kehutanan, perikanan, proyek, nutrisi negara anggota. Berita-berita pertanian, sosial ekonomi, nutrisi, kehutanan secara umum. Perpustakaan virtual yang berisi katalog, publikasi dan sebagainya.

Food and Fertilizer Technology Center (FFTC)

Informasi tentang lembaga, seminar dan pertemuan. Informasi mengenai masalah-masalah pertanian di Asia serta artikel penelitian dan teknologi pertanian praktis dari buletin dan newsletter

French Agricultural Research Centre for International Development (The Centre De Coop�ration Internationale En Recherche Agronomique Pour Le D�veloppement/CIRAD)

Informasi tentang lembaga, seminar dan pertemuan. Informasi mengenai masalah-masalah pertanian di Asia serta artikel penelitian dan teknologi pertanian praktis dari buletin dan newsletter

Global Plant Clinic

Informasi mengenai lembaga, laporan, proyek penelitian dan pengembangan yang dilakukan, produk dan layanan yang dihasilkan, pelatihan dan pendidikan yang diselenggarakan.

Global Potato News

Informasi tentang lembaga, layanan klinik tanaman yang tersedia, artikel tentang penyakit tanaman, serta berita pertanian terbaru.

The Institute for Agricultural and Trade Policy (IATP)

Mempromosikan keluarga tani, komunitas pedesaan dan ekosistem melalui penelitian, pendidikan, ilmu dan teknologi serta advokasi. IATP buletin, berita-berita pertanian terbaru, informasi tentang buku pedoman, buku-buku pertanian, laporan-laporan pertanian dan IATP dalam bentuk full-text. Program-program, pertemuan dan kegiatan.IATP.

International Fund for Agricultural Development (IFAD)

Dokumen-dokumen tentang IFAD, laporan-laporan tahunan dan kajian tentang rural poverty di Asia, Africa, publikasi-publikasi dan dokumen-dokumen tentang nutrisi dan pangan. Acara dan pertemuan IFAD. Gallery foto IFAD, press release, brosur acara dan pertemuan tentang pembangunan pedesaan dan dokumen proyek dari negara-negara penerima proyek IFAD.

International Federation of Organic Agriculture Movements (IFOAM)

Informasi tentang kegiatan program IFOAM dan laporan-laporan. Berita pertanian organik terbaru, informasi tentang pertanian organik dan publikasi tentang pertanian organik.

International Institute of Tropical Agriculture (IITA)

Informasi tentang IITA, program penelitian, berita terbaru pertanian, kerjasama dan beasiswa yang ditawarkan. Pertemuan, konferensi dan lokakarya serta pelatihan yang diselenggarakan IITA. Publikasi IITA, katalog online, newsletter, materi training, laporan penelitian dan proyek IITA.

Indian Society of Agribusiness Profesionals

Informasi mengenai lembaga, layanan yang diberikan serta newsletter.

International Food and Agribusiness Management Association (IFAMA)

Informasi tentang lembaga, kalender kegiatan dan konferensi yang diadakan, fulltext dari newsletter, dan abstrak dan fulltext jurnal �International Food and Agribusiness Management Review.

International Rice Research Institute (IRRI)

Informasi tentang lembaga, program penelitian dan proyek serta pelatihan. Laporan, abstrak penelitian, foto, statistik serta artikel tentang padi. Sumberdaya informasi tentang padi, database dan link ke situs lembaga padi lain.

IRRI Knowledgebank

Informasi tentang alat diagnostik dan pengelolaan untuk pertanaman padi, materi penelitian padi, metode transfer teknologi di bidang padi serta sumberdaya informasi padi lainnya.

National Center for Biotechnology Information (NCBI)

Tentang NCBI, kegiatan, beasiswa, handbook, NCBI newsletter. Database DNA, GenBank, Database molekuler, Protein Sequences, dan sebagainya. Proyek yang dilakukan, database literatur. Koleksi genom species dll.

National United States Agricultural Library (NALUSDA)

Informasi tentang publikasi dari pusat-pusat informasi dari NAL. Database pertanian online tentang kesehatan hewan. Pendidikan pertanian untuk anak-anak sekolah dan guru, serta program-program untuk anak-anak. Koleksi-koleksi perpustakaan, katalog online, katalog Agricola, index journal dalam Agricola, dan manual pengkatalogan.

New Jersey Environment Digital Library

Berita-berita tentang lingkungan hidup dan New Jersey. Perpustakaan online yang berisi literatur lingkungan hidup dan multimedia yang berkaitan dengan New Jersey berbentuk dokumen, laporan, studi ilmiah, foto, video, peta, dll.

Pacific Agribusiness Alliance

Informasi tentang lembaga, pertemuan bisnis pertanian ayang diadakan, daftar anggota asosiasi, link ke situs agribisnis

Plant Resources of South East Asia (Prosea)

Berita-berita terbaru, informasi tentang lembaga, publikasi (textbook, CD-ROM, bibliografi) terbitan Prosea, katalog online yang berisi artikel, gambar dan ilustrasi tanaman dari buku terbitan Prosea.

Potash and Phosphate Institute

Informasi tentang organisasi, berita terbaru tentang pemupukan P dan K, database proyek penelitian yang dilaksanakan. Informasi mengenai publikasi yang diterbitkan, artikel mengenai pemupukan P dan K, serta artikel lengkap dari buku, majalah yang diterbitkan seperti Better Corps, Better Corps International, Oil Palm Management for Large and Sustainable Yileds.

Rice Online

Informasi mengenai industri padi dan beras, yang meliputi informasi pemasaran, harga direktori perusahaan produsen, penggilingan dan industri padi di seluruh dunia.

Rice Web

Informasi mengenai sejarah dan pentingnya padi bagi dunia, resep dan cara pengolahan, lokasi pertanaman dan jumlah produksi padi di seluruh dunia, serta link ke situs lain.

Sustainable Agriculture Network

Informasi tentang lembaga, publikasi, buletin, proyek pembangunan, program pendidikan untuk petani, serta jadwal pertemuan dan kalender kegiatan.

The Asia Rice Foundation

Informasi mengenai lembaga, berita terbaru tentang padi, peta penyebaran padi, budaya yang berkaitan dengan padi serta informasi mengenai padi di Asia.

The Henry Doubleday Research Association (HDRA)

Informasi tentang pertanian organik, berita terbaru serta program penelitian dan pengembangan pertanian organik. Informasi tentang publikasi terbitan HDRA seperti booklet, majalah dll.

The UNDP Drylands Development Center

Informasi tentang lembaga, berita, kegiatan, laporan-laporan, kebijakan dan program UNDP di bidang lahan kering, serta forum diskusi.

The World Vegetable Center

Informasi mengenai lembaga, berita terbaru tentang pertanian, pusat belajar dan tutorial secara online tentang teknologi budidaya sayuran, hama penyakit dan sebagainya.

Third World Academy of Science (TWAS)

Berita-berita tentang ilmu pengetahuan terbaru. TWAS newsletter, konferensi, pertemuan dan kegiatan TWAS.

United States Department of Agriculture (USDA)

Berita-berita terbaru pertanian, newsletter, informasi pertanian, database dan statistik pertanian Amerika, laporan data-data graphic dan peta produksi tanaman, komoditas pertanian dan peternakan. Luasan lahan, harga produk dan sebagainya. Publikasi USDA dalam versi lengkap, informasi tentang acara dan pertemuan serta lembaga-lembaga di bawah USDA dan programnya.


sumber : Pusat Putaka dan Penyebaran berita pertanian

Selasa, 11 Maret 2008

Kelapa Sawit, Serba Guna, Namun Serba Memusingkan

Oleh : Yanti Mualim

Palmolievruchten240.jpgBaru-baru ini Abetnego Tarigan dari organisasi Sawitwatch berada di Belanda untuk meluncurkan laporan mengenai berbagai sisi perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Laporan itu disusun bersama Milieudefensie, sebuah lsm Belanda yang tergabung dalam Friends of the Earth dan sebuah lsm konservasi alam Swedia. Laporan itu berjudul The Kalimantan Border Oil Palm Mega-Project. Apa inti laporan itu?

Energi alternatif
Masalah kelapa sawit, ini di Eropa cukup ramai. Semenjak beberapa tahun terakhir kelapa sawit diminati, karena menjawab kebutuhan di Eropa dalam mencari energi alternatif. Kelapa sawit adalah bahan bakar biologis dan bukan bahan bakar fossil, yang pada penggunaannya menghasilkan CO2. Kelapa sawit juga dimanfaatkan dalam usaha Uni Eropa mengurangi emisi CO2, yang merupakan salah satu gas penyebab dampak rumah kaca. Selain itu kelapa sawit juga bahan baku untuk berbagai penganan dan untuk pembuatan sabun.

Top-down
Menurut Abetnego Tarigan pemerintah Indonesia sebaiknya menghentikan proyek-proyek perkebunan kelapa sawit. Alasannya banyak, 'tapi', demikian Abetnego Tarigan, 'salah satu yang penting adalah bahwa keputusan diambil 'top-down', dari atas ke bawah. Pemerintah pusat lebih banyak berperan daripada masyarakat dan pemerintah lokal. Di samping itu perkebunan kelapa sawit saat ini di Indonesia, 6 juta hektar yang sudah ada, belum optimal. Mengapa mengadakan ekspansi, mengapa meningkatkan jumlah, dan bukan meningkatkan kualitas? Selain itu banyak kebun petani yang juga turut di dalam perkebunan kelapa sawit membutuhkan peremajaan tanaman, tapi sampai sekarang belum jelas skema apa yang akan diterapkan'.
Diperkirakan saat ini ada 400.000 hektar kebun petani yang membutuhkan peremajaan. Oleh karena itu tidak masuk akal mengapa pemerintah ingin meluaskan perkebunan kelapa sawit.

Jangan mengulang pengalaman pahit

Indonesia sudah punya pengalaman pahit dengan mega-project, sejuta hektar lahan gambut, masih segar dalam ingatan kita. Hutan yang dibuka untuk dijadikan lahan pertanian kini meninggalkan luka besar di Kalimantan Tengah. Akhirnya membutuhkan banyak tenaga, biaya dan waktu untuk memperbaiki kesalahan besar yang dibuat di masa lalu. Sementara itu kerusakan lingkungan yang diakibatkannya sudah banyak. Jangan sampai kesalahan semacam itu terulang lagi, demikian inti imbauan lsm-lsm lingkungan hidup baik di Indonesia maupun di Eropa.

Palmoliedrama240.jpg

Mati karena kehilangan habitat, demi perkebunan kelapa sawit

Tercengang atas kebijakan Indonesia
Kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh kegiatan perkebunan kelapa sawit disadari oleh kalangan lsm lingkungan hidup di Eropa. Milieudefensie, lsm lingkungan Belanda sudah sementara lama berkampanye untuk menyadarkan masyarakat di Belanda akan dampak negatif yang diakibatkan oleh perkebunan-perkebunan kelapa sawit.
Di samping 6 juga hektar perkebunan kelapa sawit yang sudah ada pemerintah Indonesia menyetujui peluasan perkebunan kelapa sawit dengan 2 juta hektar lagi. Hal ini mencengangkan banyak pihak.

Bersikap kritis terhadap kelapa sawit
Kelapa sawit adalah bahan baku yang serba guna. Bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar biologis tapi juga bisa dimanfaatkan untuk membuat berbagai jenis penganan dan kueh-kueh. Bahkan lebih dari itu kelapa sawit adalah juga bahan baku untuk pembuatan sabun. Perusahaan-perusahaan nasional dan multinasional Belanda dan Eropa diimbau agar bersikap kritis dalam memanfaatkan kelapa sawit. Dan konsumen diimbau agar bersikap kritis dalam membeli produk-produk yang menggunakan minyak kelapa sawit.


Jumat, 07 Maret 2008

MARFU-P


BIOFUNSIDA UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG KELAPA SWIT (Ganoderma bioninense)
MARFU-P merupakan biofungisida yang berbentuk tepung berwarna hijau yang mempunyai bahan aktif konidia dan klamidospora Trichoderma konigii berfungsi untuk mengendalikan penyakit Busuk Pangkal Batang (Ganoderma boninense) pada tanaman kelapa sawit. MARFU_P dianjurkan untuk perlakuan preventif.

CARA KERJA MARFU-P

Trichoderma koningii merupakan agens antagonis dari Ganoderma boninense yang bersifat saprofitik kosmopolitan.

Selain bersifat organik, Trichoderma juga mampu melilit miselium Ganoderma boninense (mikroparasitik) diiluti dengan mengeluarkan enzim kitinase dan glukanase. Untuk memperkuat persaingannya Trichoderma koningii mengeluarkan antibiotik. Selanjutnya Trichoderma akan tumbuh dan berkembang pada sisa-sisa akar kelapa sawit terinfeksi Ganoderma boninense yang pada akhirnya akan melindungi akar kelapa sawit baru.

APLIKASI MARFU-P

MARFU-P diaplikasikan untuk perlakuan preventif dengan cara tabur pada permukaan tanah pengisi polibeg, tabur di lubang tanam, dan di tabur pada piringan untuk tanaman belum menghasilkan (TBM). Aplikasi MARFU_P sebaiknya dilaksanakan saat tanah keadaan lembab yaitu pada awal atau akhir musim hujan.

DOSIS APLIKASI MARFU-P

  • Polibeg di pembibitan : 10 g/polibeg

  • Lubang tanam : 400 g/lubang tanam

  • Piringan : 200/tahun/ tahun selama 3 tahun

PENYIMPANAN

Simpanlah MARFU_P pada tempat kering, tidak terkena sinar matahari langsung atau percikan air hujan. MARFU_P dapat bertahan sampai satu tahun setelah produksi

PERINGATAN BAHAYA

MARFU-P tidak menimbulkan keracunan pada hewan, manusia dan binatang lain sehingga ramah lingkungan.



sumber : PPKS-IOPRI

Jumat, 15 Februari 2008

Pasca Panen Lada Hitam (Lampung Black Pepper)


PENDAHULUAN

Tanaman lada termasuk tanaman rempah yang banyak dikembangkan di Indonesia. Untuk Indonesia, lada merupakan komoditas pertama yang diekspor ke Eropa sejak abad ke – 12.

Daerah yang merupakan sentra produksi lada di Indonesia adalah Bangka dan Lampung. Bangka dikenal menghasilkan lada putih sedangkan Lampung lada hitam. Luas areal kebun lada di propinsi Lampung yaitu sekitar 42.000 hektar dengan hasil produksinya sekitar 19.000 ton/tahun. Di tingkat dunia (internasional) lada dari propinsi Lampung dikenal dengan nama Lampung Black Pepper. Lada hitam Lampung diekspor ke negara Amerika dan beberapa negara di Eropa. Lada hitam dibutuhkan dunia untuk berbagai keperluan, seperti campuran kosmetik, obat-obatan tradisional (obat gosok), disuling minyaknya atau untuk bumbu masakan internasional seperti pizza. Disebut lada hitam karena warnanya yang memang hitam. Lampung Utara merupakan salah satu sentra produksi lada hitam di Propinsi Lampung. BPTP Lampung dengan program Primataninya melakukan pembinaan kepada petani lada di desa Suka Marga, Kecamatan Abung Tinggi, Lampung Utara melalui Gapoktan Marga Jaya untuk melakukan perbaikan mutu terhadap lada hitam yang dihasilkan. Beberapa tahapan pascapanen lada hitam sbb:

PEMANENAN

a. Waktu Panen

Buah lada yang akan dipanen untuk pengolahan lada hitam ditandai dengan warna hijau tua dengan umur panen 6 – 7 bulan. Dapat juga diketahui dengan memecahkan atau memencet/ memijit buah lada, bila keluar cairan putih maka buah lada tersebut belum bisa dipetik. Biasanya dalam satu dompolan, terdiri atas buah lada merah (2%), kuning (23%) dan hijau (75%).

b. Cara Panen

Buah lada dipanen sekaligus dengan tangkainya dengan cara dipetik menggunakan tangan. Tangkai buah yang tua biasanya tidak liat lagi sehingga mudah untuk dipatahkan. Pemetikan dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak buku dan cabang karena dari tempat tersebut akan keluar bunga untuk musim pembungaan selanjutnya. Pemetikan dilakukan secara bertahap sebanyak 3 kali panen yaitu panen 1 dan 2 dengan cara dipilih sedangkan panen ketiga dirompes (sekaligus).


c. Alat panen

Pemanenan buah lada dilakukan menggunakan tangga untuk mengambil buah lada dan keranjang bambu yang bersih dan memadai tempat mengumpulkan buah lada yang sudah dipetik.


SORTASI BUAH

Lada yang sudah dipetik selanjutnya disortir. Buah lada yang busuk dan abnormal dipisahkan dan dibuang sedangkan buah yang baik dan mulus dikumpulkan dalam satu tempat.

PEMISAHAN BUAH DARI TANGKAI (PERONTOKAN)

Buah lada yang sudah dipanen ditumpuk selama 2 – 3 hari atau langsung dirontok untuk memisahkan buah dari tangkainya. Proses perontokan dapat dilakukan dengan cara diremas-remas atau menggunakan kaki (diinjak-injak /secara tradisional). Hal ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan alat perontok tipe pedal atau motor yang digerakkan oleh bensin/listrik. Buah lada yang sudah agak kering akan mudah terlepas dari tangkainya.

PENGERINGAN

Pengeringan dilakukan selama 2 - 3 hari sampai kadar air mencapai 15% yaitu kadar air yang dikehendaki pasar.Pengeringan dengan penjemuran dilakukan dengan menggunakan alas (terpal/tikar) yang bersih, hindari kontak dengan tanah. Tumpukan lada dibolak-balik atau ditipiskan dengan ketebalan tumpukan 10 cm menggunakan garpu dari kayu.


PENAMPIAN /SORTASI

Pemisahan atau sortasi bertujuan untuk memisahkan biji lada hitam yang sudah kering dari kotoran sepeti tanah, pasir, daun kering, gagang, serat-serat dan juga sebagian lada enteng. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan tampah atau mesin (blower).


PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN

Buah lada hitam yang sudah kering dan terlepas dari tangkainya dikemas dengan menggunakan karung plastik. Ruang penyimpanan harus kering dan tidak lembab (± 70%) hal ini untuk menghindari lada berjamur. Ruang penyimpanan diberi alas dari bambu atau kayu setinggi lebih kurang 15 cm dari permukaan lantai sehingga bagian bawah karung tidak berhubungan langsung dengan lantai. Kualitas lada hitam dapat dipertahankan 3–4 tahun jika disimpan di ruangan bersuhu20- 28oC.


STANDAR MUTU GAPOKTAN (STANDART BASIS)

Mutu lada hitam menurut standart basis Eksportir dan hasil mutu cara petani.

No.

Jenis uji

Persyaratan Mutu eksportir (standart basis)

Mutu lada petani

1.

Berat biji lada hitam

Min. 1 600/3 liter

1 700/3 liter

2.

Kadar air

Maks 19 %

16 %

3.

Kadar debu

Maks 4 %

3 %


sumber : BPTP Lampung

Sequenching Batch Reactor

Ranc Bangun Alsin Pembersih Bokar utk Penghasil Karet Mutu Konsisten dan Bersih Lingkungan



Indonesia merupakan salah satu produsen karet alam terbesar. Produk karet yang di ekspor umumnya berupa karet remah (SIR) dengan bahan baku berasal dari perkebunan rakyat. Hingga saat ini bahan oleh karet rakyat (bokar) umumnya dinilai masih kotor, bervariasi dan bercampur dengan berbagai kontaminan dengan salah satu akibatnya menghasilkan karet dengan mutu dan konsistensi rendah. Persaingan antar negara produsen, adanya berbagai peraturan mengenai lingkungan seperti program produksi bersih, ekolabel dan ISO 14000 menyebabkan pabrik karet remah harus lebih memperbaiki lagi proses produksi dan pengolahan limbah cairnya. Pada penelitian ini dilakukan kegiatan rancang bangun mesin pembersih bokar melalui implementasi RSW (Rotary Screen Washer) dan studi pengolahan limbah cair dengan menggunakan SBR (Sequenching Batch Reactor) skala model. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa RSW mampu berfungsi dengan baik sebagai alat pembersih awal bokar, mengurangi kadar kotoran hingga 30 – 40 % dan meningkatkan efisiensi pada tahap awal pembersihan bahan olah karet. Hasil studi pengolahan limbah menunjukkan SBR mampu menurunkan kadar BOD dan COD hingga 60-70% suatu indikasi bahwa SBR merupakan sistem pengolahan limbah cair yang sesuai diterapkan di pabrik pengolahan karet berareal terbatas.


sumber : Balai Penelitian Tanaman Karet

Rekayasa komoditas Jeruk

Rekayasa Penanganan Segar Terpadu Komoditas Jeruk

ImageUpaya untuk meningkatkan daya saing komoditas jeruk perlu juga dipacu yang antara lain melalui penanganan secara terpadu buah jeruk terutama pada penanganan pasca panennya sehingga kualitas produk dapat dioptimalkan dan memperpanjang daya simpan produk yang berujung pada nilai tambah.

Rekayasa teknologi alsintan penanganan segar terpadu komoditas jeruk yang meliputi alsin pemetik, pengkelasan, pemroses sari buah jeruk segar, dan pengemasan diharapkan dapat menciptakan peluang industri pengolahan jeruk skala kecil di pedesaan sebagai langkah pengembangan agro-industri pedesaan yang akan meningkatkan kesejahteran petani.

Paket teknologi penanganan segar untuk komoditas jeruk, yaitu :

1. Prototipe alsin pemetik buah jeruk tipe teleskopik yang dapat dipanjangkan mencapai maksimal 5 m dan terpendek 2m yang dilengkapi dengan gunting pemotong tangkai buah, berat 1,5 kg sehingga cukup ringan dalam pengoperasian.

2. Prototipe alsin pengkelasan (grader) buah jeruk berdasarkan ukuran diameter berbasis sensor elektronik berkapasitas 296 kg/jam dengan keseragaman 92 % untuk varietas jeruk Siem Madu (Medan) dengan jumlah buah 6-7 butir/kg. Pengkelasan terdiri dari 4 kelompok yaitu kelas A: ≥ 70 mm; kelas B : 60 – <70>

3. Prototipe alsin Pemeras Buah Jeruk (Orange Squeezer) diuji menggunakan jenis jeruk kupas (Lokam) dan jeruk peras (Valensia dan Navel) berkapasitas input rata-rata 46 butir jeruk/menit dan output rata-rata berupa sari buah jeruk 181,46 ltr/jam dengan efisiensi pemerasan rata-rata 79,96 %.

4. Prototipe alsin penuang sari buah jeruk otomatis pada tahap awal telah direkayasa penuang otomatis ke dalam gelas kemasan dengan hanya menekan satu tombol (push button switch) pada setiap kemasan dan dengan volume sesuai yang dikehendaki dengan mengatur timer elektronik.

Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mendorong berkembangnya agribisnis di pedesaan sehingga disamping dapat meningkatkan pendapatan petani juga terciptanya lapangan kerja baru serta menambah pendapatan negara melalui ekspor produk buah-buahan ke manca negara.

ImageAlsin pemetik buah jeruk tipe teleskopik

Image Alsin Pemeras Buah Jeruk (Orange Squeezer)

ImagePrototipe alsin penuang sari buah otomatis ke kemasa






sumber : Balai Besar Pengembangan Mekanisasi

Sponsor News


Jobs Online- Informasi Kerja Online
CO.CC:Free Domain

PageRank

eXTReMe Tracker